BATTERY
Disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah kelistrikan
otomotif
Dosen
Pengampu : Drs. C. Sudibyo, M.T.
Oleh
:
ANDIKA
RANI SAPUTRA
K2512016
PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SEBELAS MARET SURAKARTA
2014
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin,
segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong penulis dalam menyelesaikan
tugas ini dengan penuh kemudahan. Sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada baginda
tercinta Rasulullah SAW.
Makalah
ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu baterai sebagai salah satu
pengubah energi. Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih kurang sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua
pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah
ini.
Penulis
sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhoi segala usaha kita. Amin.
Surakarta, 2 Maret 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR..............................................................................................................................i
DAFTAR ISI………………………………..………………………………............……………..……ii
Bab
I PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang......................................................................................................................1
1.2
Tujuan.................................................................................................................................. 1
1.3 Rumusan
masalah.................................................................................................................1
Bab
II PEMBAHASAN
2.1
Pengertian.............................................................................................................................2
2.2
Prinsip Kerja
Baterai.............................................................................................................2
2.3 Klasifikasi Baterai................................................................................................................3
2.4
Contoh
Baterai......................................................................................................................5
2.5
Kelebihan dan Kekurangan
Baterai......................................................................................8
2.6
Potensi Baterai di
Indonesia.................................................................................................9
Bab
III PENUTUP
3.1
Simpulan.............................................................................................................................10
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................................................11
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Baterai
merupakan benda yang sudah tidak asing lagi di kehidupan kita. Selama ini kita
sering memanfaatkan baterai dalam kehidupan sehari-hari. Baterai menjadi salah
satu sumber energi di kehidupan manusia. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga
orang-orang sudah pernah menggunakan baterai. Berbagai jenis dan ukuran baterai
sudah kita ketahui, namun apa yang ada didalam baterai dan bagaimana baterai
bekerja, tidak banyak dari kita yang tahu. Berdasarkan hal itu maka dalam makalah ini penulis
membahas tentang baterai untuk menambah pengetahuan mengenai baterai tersebut.
1.2
Rumusan Masalah
Rumusan
masalah yang penulis ambil adalah sebagai berikut:
1.
Apakah pengertian baterai ?
2.
Apa saja bagian-bagian baterai ?
3.
Bagaimana sistem kerja baterai ?
4.
Apa saja jenis-jenis baterai ?
1.3
Tujuan
Tujuan
dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui apa pengertian baterai
2. Mengetahui apa saja bagian-bagian dari baterai
3. Mengetahui bagaimana sitem kerja suatu baterai
4. Mengetahui apa saja jenis-jenis baterai
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Baterai
ditemukan oleh Alesandro Volta pada
tahun 1800-an. Istilah baterai sendiri berasal dari bahasa Inggris dan
dikemukakan pertama kali oleh Benjamin Franklin yaitu “battery” yang berarti
“deretan”, namun di kehidupan sehari-hari baterai sering diartikan sebagai
sebuah sel kering (a single dry cell).
Baterai
adalah kumpulan dari beberapa sel
listrik yang digunakan untuk menyimpan energi kimia untuk selanjutnya diubah
menjadi energi listrik. Sel listrik terdiri dari elektroda dan elektrolit, di
mana elektroda positif adalah katoda dan elektroda negatif adalah anoda.
Baterai menggunakan prinsip elektrokimia sebagai dasar dari kerja baterai untuk
mengonversi energi kimia menjadi energi listrik. Di dalam baterai terjadi
reaksi reduksi-oksidasi atau reaksi redoks yang merupakan reaksi inti dimana
elektron bergerak dan menghasilkan emf (gaya gerak listrik).
Awalnya
baterai banyak menggunakan elektrolit yang berupa cairan kimia dan menggunakan
bahan gelas sebagai tempatnya. Sehingga, pada saat tersebut penggunaan baterai
sangat terbatas dan rawan kerusakan. Namun, pada akhir abad ke sembilan belas
penemuan baterai kering dengan elektrolit berbahan pasta menyebabkan penggunaan
baterai menjadi lebih fleksibel dan praktis. Saat ini penggunaan baterai
sangatlah luas, dari baterai kancing untuk arloji, baterai AA untuk senter,
Lithium-Ion untuk handphone, hingga Aki untuk kendaraan bermotor.
2.2
Prinsip Kerja Baterai
Baterai
terdiri dari dua bagian. Bagian pertama yaitu bagian positif yang terdiri dari
kation dan katoda, dimana katoda (elektroda positif) sebagai tempat pergerakan
kation(ion positif). Bagian kedua yaitu bagian negatif yang terdiri dari anion
dan anoda, dimana anoda (elektroda negatif) sebagai tempat pergerakan anion(ion
negatif). Baterai juga mempunyai elektrolit yang merupakan bahan kimia sebagai
sumber energi. Baterai ada yang menggunakan dua jenis elektrolit dan juga ada
yang menggunakan satu jenis elektrolit. Katoda dan Anoda sebagai kutub-kutub
dari baterai tidak berhubungan secara langsung satu sama lain, melainkan
dihubungkan oleh elektrolit. Di dalam baterai tersebut terjadi reaksi redoks, di mana reaksi reduksi
terjadi pada kation di katoda dan reaksi oksidasi terjadi pada anion di anoda.
Dari reaksi inilah timbul pergerakan elektron yang menyebabkan adanya
gaya-gerak listrik.
Perbedaan
ggl antara katoda dan anoda disebut sebagai tegangan kutub. Tegangan kutub
baterai pada kondisi rangkaian terbuka memiliki nilai yang sama dengan ggl dari
baterai. Namun, tegangan kutub baterai pada kondisi rangkaian tertutup adalah
lebih kecil dibandingkan pada kondisi rangkaian terbuka yang dikarenakan
“hambatan dalam” dari baterai. Dimana besar hambatan dalam baterai dapat
dirumuskan sebagai berikut:
Keterangan: Ri =
hambatan dalam baterai (Ω)
E = ggl (volt)
Vt = tegangan kutub (volt)
I = arus (amper)
Sedangkan
daya yang dapat disuplai baterai merupakan hasil kali dari Kapasitas baterai
dengan Tegangan kutub dari baterai tersebut. Contohnya bateri Lithium ion yang
memiliki tegangan 3,6 volt dan kapasitas 2000 mAh memiliki daya 7,2 Wh.
Luas
dan jarak antar elektroda dalam baterai mempengaruhi tahanan dalam baterai,
sedangkan ggl baterai dipengaruhi oleh kuat-lemahnya elektrolit.
2.3
Klasifikasi Baterai
2.3.1 Berdasar penggunaannya,
baterai dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
a.
Baterai
Primer
Adalah baterai yang hanya dapat digunakan sekali,
setelah habis tidak dapat dicharge kembali.
Baterai primer dapat langsung digunakan setelah diproduksi. Baterai primer
memiliki densitas energi yang relatif lebih besar dari pada baterai sekunder
namun hanya dirancang untuk peralatan-peralatan dengan konsumsi arus listrik
yang rendah saja. Contoh baterai primer : baterai Alkalin dan baterai Seng Karbon
Tabel 1. Tabel spesifikasi baterai primer
Baterai
|
Tegangan
(volt)
|
Energi
Densitas
(MJ/Kg)
|
Keterangan
|
Seng-karbon
|
1,5
|
0,13
|
tidak
mahal
|
Alkalin
|
1,5
|
0,4-0,59
|
tidak
mahal
|
Lithium
|
3
|
0,83-1,01
|
mahal
|
Seng-udara
|
1,35-1,65
|
1,59
|
biasa
digunakan untuk alat pendengaran
|
Perak-oksida
|
1,55
|
0,47
|
sangat
mahal
|
b.
Baterai
Sekunder
Baterai sekunder
merupakan baterai yang dapat digunakan kembali
setelah habis. Baterai
sekunder dapat diisi kembali dengan
cara mengalirkan arus listrik (charge) pada baterai tersebut. Dalam penggunan reaksi
yang terjadi adalah reaksi redoks, dan dalam pengisian, reaksi yang terjadi
adalah reaksi elektrolisa.
Contoh umum baterai sekunder adalah baterai Asam-timbal (Aki). Karena
ukurannya yang relatif besar, aki dapat mensuplai energi listrik yang cukup
besar pula. Namun Aki hanya dapat digunakan
dalam posisi yang tetap karena aki tidak memiliki pelindung kusus dan
memiliki ventilasi. Contoh
Baterai sekunder lainnya yaitu Lithium-ion dan Nickel-cadmium
Tabel 2. Tabel spesifikasi baterai sekunder
Baterai
|
Tegangan
(volt)
|
Energi
Densitas
(MJ/Kg)
|
Keterangan
|
Nikel-Kadmium
|
1,2
|
0,14
|
tidak
mahal
|
Asam-Timbal
|
2,1
|
0,14
|
mahal
|
NiMH
|
1,2
|
0,36
|
tidak
mahal
|
Nikel
seng
|
1,6
|
0,36
|
mahal
|
Lithium-Ion
|
3,6
|
0,46
|
sangat
mahal
|
2.3.2 Berdasarkan elektrolitnya
baterai dapat dibagi menjadi:
a.
Baterai
Kering
Baterai
kering memiliki elektrolit berbentuk pasta yang agak padat dan sulit mengalami
pergerakan sehingga dapat dioperasikan dalam berbagai posisi. Oleh karena itu
baterai kering banyak digunakan untuk peralatan yang mudah dibawa-bawa.
Meskipun memiliki nama baterai kering, baterai ini tetap memiliki kelembapan
sebagai penghantar arus listrik.
Contoh Umum baterai
kering adalah baterai seng karbon. Baterai seng karbon menggunakan seng sebagai
anoda dan karbon sebagai katodanya. Contoh lain dari baterai kering yaitu
baterai Alkalin dan baterai seng klorida.
b.
Baterai
Basah
Baterai
basah adalah baterai yang menggunakan elektrolit berbentuk cairan. Baterai
basah banyak digunakan pada saat awal pengembangan baterai. Kini baterai basah
kebanyakan hanya dibuat dan digunakan untuk kebutuhan laboratorium saja.
Contohnya: Sel Leclanche, Sel Grove, Sel Bunsen, Sel Chromic acid, Sel Clark
and Sel Weston
Tabel 3. Tabel Ukuran Sel
Baterai
|
Kapasitas
(m.Ah)
|
Tegangan
(v)
|
Massa (gr)
|
Tinggi
(mm)
|
Panjang
(mm)
|
Lebar
(mm)
|
Diameter
(mm)
|
9V
|
625
|
9
|
45,6
|
48,5
|
26,5
|
17,5
|
kubus
|
N
|
1000
|
1,5
|
9
|
30,2
|
silinder
|
-
|
12
|
AA
|
1250
|
1,5
|
11,5
|
44,5
|
Silinder
|
-
|
10,5
|
AAA
|
2890
|
1,5
|
23
|
50,5
|
Silinder
|
-
|
14,5
|
C
|
8350
|
1,5
|
66,2
|
50
|
Silinder
|
-
|
26,2
|
D
|
20500
|
1,5
|
148
|
61,5
|
silinder
|
|
34,2
|
2.4 Contoh-contoh Baterai
ü Asam-Timbal
Pelat positif
sel penyimpan asam-timbal adalah timbal-peroksida,PbO2, dan
pelat negatif adalah Pb murni (Lead = Pb = timbal). Asam sulfat encer, H2SO4
digunakan
sebagai elektrolit. Jika sel mencatu arus ke beban atau mengosongkan, terjadi reaksi kimia yang membentuk timbal-sulfat, PbSO4,
pada kedua pelat terbentuk air dalam
elektrolit. Setelah sejumlah energi tertentu diambil dari sel, kedua pelat telah
diubah menjadi bahan yang sama, dan sel tidak lagi menghasilkan ggl.
Untuk mengisi sel, arus dilakukan
melalui sel dalam arah berlawanan. Hal ini membalik
proses kimia dan membentuk kembali pelat positif timbal-peroksida dan pelat
negatif timbal murni dan pada saat yang bersamaan mengembalikan elektrolit
ke kondisi awalnya. Reaksi kimia dapat dinyatakan sebagai berikut:
PbO2 +
Pb + 2H2SO4 ↔ PbSO4 + PbSO4 + 2H2O
Sel diisi Sel
dikosongkan
Persamaan ini
menggambarkan tindakan pengosongan muatan jika dibaca dari kiri ke kanan dan pengisian jika dibaca
dari kanan ke kiri.
ü Seng-Karbon
Yang paling
banyak digunakan dan mungkin paling dikenal dari baterai kering yaitu tipe
Leclanche serba guna yang bisa dikenal sebagai baterai karbon-seng. Rancangan dasar dari baterai ini sebagian
besar tak berubah selama setengah abad lebih. Pembungkus
tabung seng antibocor baterai Leclanche juga berfungsi sebagai elektrode negatif. Di dalam tabung seng
terdapat bahan penyerap atau agar-agar yang dijenuhkan
dengan elektrolit yaitu seng klorida dan ammonium klorida. Elektrode positif adalah campuran dari mangan dioksida dan
bubuk karbon yang mengelilingi batang karbon yang berfungsi sebagai
pengumpul arus. Campuran berfungsi sebagai bahan berpolarisasi yang mencegah
pembentukan gelembung hydrogen pada batang karbon selama pengosongan arus pada baterai.
Gambar 1. Pandangan tampak sebagian dari sel karbon-seng
serbaguna.
Ggl yang dihasilkan
oleh baterai ini berkisar antara 1,5 volt dengan reaksi kimia sebagai berikut:
Zn(s)+2NH4+(aq)+2MnO2(s)
à Zn2+(aq)+Mn2O3(s)+2NH3(aq)+H2O(l)
ü Baterai Mercury
Baterai
ini pertama diperkenalkan pada tahun 1940-an. Baterai ini banyak digunakan di
bidang kesehatan.
Dengan reaksi kimia sebagai berikut: Zn+HgO(s)Ã ZnO(s)+Hg(l)
ü Nikel-Kadmium
Dalam
sel nikel-kadmium, bahan aktif terpenting dalam pelat positif adalah nikel
hidroksida dan dalam pelat negatif adalah kadmium hidroksida. Elektrolitnya
adalah kalium hidroksida. Selama pengisian atau pengosongan praktis tidak
ada perubahan berat-jenis elektrolit. Satu-satunya fungsi elektrolit adalah berperan
sebagai konduktor untuk mengalihkan ion hidroksil (partikel bermuatan listrik)
dari satu pelat ke pelat lainnya bergantung pada apakah sel itu sedang diisi atau dikosongkan.
Tegangan pengosongan
rata-rata setiap sel dari baterai nikel-kadmium adalah 1,2 V. Tetapi tegangan
setiap sel dapat mencapai 1,40 sampai 1,44 V jika sel tetap dijaga pada keadaan
terisi penuh oleh alat pengisi. Sepuluh sel membentuk baterai 12 V yang
biasanya diisi pada 14 V.
Baterai nikel-kadmium mempunyai
karakteristik antara lain biaya pemeliharaannya rendah, umurnya panjang, dan
andal pada kondisi kerja yang berat. Baterai ini dapat dibiarkan menganggur
dalam waktu yang lama dalam setiap keadaan muatan tanpa menjadi aus. Ia tak
akan beku sekalipun dalam kondisi kosong sama sekali. Sel tertutup dan baterai
mempunyai harapan hidup lebih dari 300 sampai 500 kali pengisian dan
pengosongan pada kondisi kerja normal. Harapan hidup sel-berlubang dalam kerja
daur katanya lebih dari 2000 kali.
Persamaan reaksi kimia:
2NiO(OH) + Cd + 2H2O Ã 2NiO(OH)2 + Cd(OH)2
ü Lithium-Ion
Baterai
ini memiliki tegangan yang besar dibandingkan baterai lainnya, yaitu berkisar
3,6v. Baterai Lithium-ion diproduksi dalam berbagai macam bentuk dan ukuran.
Reaksi kimia dalam baterai yaitu:
LiCoO2 Ã Li+ + CoO2
ü Baterai Lemon
Baterai lemon menggunakan seng sebagai anodanya dan
kuningan tembaga sebagai katodanya. Baterai dengan sebuah lemon dapat
menghasilkan tegangan hingga 0.84 volt.
2.5 Kelebihan dan Kekurangan
Baterai
2.5.1 Kelebihan Baterai
1.
Dapat menyimpan energi listrik.
2.
Bentuknya bervariasi , bisa
dipilih sesuai kebutuhan.
3.
Fortable (mudah dibawa).
4.
Harganya terjangkau.
5.
Mudah digunakan
6.
Daya simpan yang cukup lama
7.
Dapat dioperasikan dalam berbagai posisi
2.5.2
Kekurangan Baterai
1. Kapasitas terbatas (kecil).
2. Tidak bisa digunakan sebagai suplay utama listrik.
3. Tidak bisa ditransmisikan.
4. Tidak bisa untuk tegangan tinggi.
5. Sifatnya searah
6. Baterai yang sudah tidak
dapat digunakan lagi juga memerlukan pendaur ulang khusus
7. Zat kimia yang terkandung di
dalam baterai bisa membahayakan bagian tubuh yang sensitif
2.6
Potensi Baterai di Indonesia
Pada
tahun 2010 yang lalu PEC (Panasonic Gobel Energy ) memindahkan (sebagian)
fasilitas produksi baterai koin lithium di Osaka (Jepang) ke PECGI (PT
Panasonic Gobel Energy Indonesia). Selain itu, di Indonesia juga terdapat
pabrik baterai ABC milik PT. International Chemical Industry dan PT. Hari
Terang Industry. Indonesia juga memiliki tambang nikel yang cukup besar di
pulau Sulawesi yang mungkin dapat digunakan sebagai bahan pembuatan baterai
nikel-kadmium.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Simpulan:
1.
Baterai merupakan alat
yang digunakan untuk menyimpan dan mengkonversi energi,
yaitu dari energi kimia menjadi energi listrik.
2.
Bagian utama
baterai terdiri dari elektrolit dan elektroda, dimana elektroda negatif disebut
anoda dan elektroda positif disebut katoda.
3.
Pada saat pengisian
terjadi reaksi elektrolisa, sedangkan pengosongan terjadi reaksi redoks.
Daftar Pustaka
Lister, Eugene C. .1993. Mesin dan
Rangkaian Listrik. Jakarta: Erlangga